{"id":28,"date":"2025-09-22T09:35:41","date_gmt":"2025-09-22T09:35:41","guid":{"rendered":"https:\/\/angustiang.my.id\/?p=28"},"modified":"2025-09-23T06:42:42","modified_gmt":"2025-09-23T06:42:42","slug":"album-pengantar-hari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/angustiang.my.id\/index.php\/2025\/09\/22\/album-pengantar-hari\/","title":{"rendered":"Album Pengantar Demonstrasi"},"content":{"rendered":"\n<p>Ditengah \u201cberisiknya\u201d kritik oleh rakyat di sosial media terhadap pemerintah Indonesia khususnya DPR dan aparat kepolisian, angustiang mau merekomendasikan nih beberapa album yang mungkin bisa jadi soundtrack para angudiens dalam menyampaikan kritik dan pendapatnya di sosial media biar lebih \u201cterbakar\u201d lagi semangatnya sampai didenger sama mereka yang lagi kabur atau malah ternak buzzer biar \u201cberisiknya\u201d para angudiens jadi redup dan gak kedengeran lagi. Yok disimak!<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rage Against the Machine \u2013 Rage Against the Machine (1992)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"500\" height=\"500\" src=\"https:\/\/angustiang.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/ratm-cover.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-29\" style=\"width:367px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/angustiang.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/ratm-cover.jpg 500w, https:\/\/angustiang.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/ratm-cover-300x300.jpg 300w, https:\/\/angustiang.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/ratm-cover-150x150.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Album <strong>&#8220;Rage Against the Machine&#8221;<\/strong> <strong>(1992)<\/strong> adalah debut dari band Rage Against the Machine (RATM) yang dikenal dengan gabungan musik rap, metal, dan pesan politik yang radikal. Setiap lagu di album ini memuat kritik terhadap kekuasaan, penindasan, kapitalisme, rasisme, dan imperialisme.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Track Hits: <strong>Killing in the Name<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Lagu ini mengecam penyalahgunaan kekuasaan, terutama oleh aparat kepolisian dan institusi negara yang rasis dan otoriter. Baris liriknya yang berulang-ulang dan penuh kemarahan menekankan perlawanan terhadap otoritas yang korup. Kata \u201c<em>some of those that work forces are the same that burn crosses<\/em>\u201d menyinggung bahwa sebagian aparat yang seharusnya melindungi justru terhubung dengan kelompok rasis seperti Ku Klux Klan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Marjinal \u2013 Partai Marjinal (2009)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"300\" src=\"https:\/\/angustiang.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Marjinal-Partai-Marjinal.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-30\" style=\"width:351px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/angustiang.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Marjinal-Partai-Marjinal.jpg 300w, https:\/\/angustiang.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Marjinal-Partai-Marjinal-150x150.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong><em>Partai Marjinal <\/em><\/strong><strong>(2009)<\/strong> adalah Mini Album\/EP yang kuat dan penting dalam katalog Marjinal. Ia bukan hanya menyuguhkan musik punk dengan energi tinggi, tapi juga membawa pesan sosial yang urgensi. Jika kamu suka musik yang tidak hanya membuat telinga berdengung, tapi juga merangsang pikiran tentang kondisi sosial-politik, ini album yang layak didengar.<\/p>\n\n\n\n<p>Track Hits: <strong>Partai<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>\u201cPartai\u201d<\/strong> adalah teriakan rakyat kecil terhadap politik penuh janji kosong, sekaligus seruan agar pemimpin membuktikan kata-kata mereka lewat tindakan nyata. Lagu ini menggambarkan kekecewaan rakyat kecil terhadap sistem politik yang sering hanya menguntungkan elite. Liriknya menyinggung perilaku partai politik yang banyak bicara tapi minim aksi nyata.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ditengah \u201cberisiknya\u201d kritik oleh rakyat di sosial media terhadap pemerintah Indonesia khususnya DPR dan aparat kepolisian, angustiang mau merekomendasikan nih beberapa album yang mungkin bisa jadi soundtrack para angudiens dalam menyampaikan kritik dan pendapatnya di sosial media biar lebih \u201cterbakar\u201d lagi semangatnya sampai didenger sama mereka yang lagi kabur atau malah ternak buzzer biar \u201cberisiknya\u201d<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":31,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-28","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-music"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/angustiang.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/angustiang.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/angustiang.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/angustiang.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/angustiang.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/angustiang.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52,"href":"https:\/\/angustiang.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28\/revisions\/52"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/angustiang.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/angustiang.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/angustiang.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/angustiang.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}